Masyarakat dapat mengecek status penerima bantuan sosial Kemensos secara online menggunakan NIK yang tercantum pada KTP.
Pada April 2026, pemerintah kembali menyalurkan sejumlah bantuan sosial melalui bank Himbara serta kantor pos.
Program tersebut ditujukan kepada masyarakat yang membutuhkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Beberapa bantuan yang termasuk dalam program Kemensos antara lain Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang disalurkan dalam bentuk uang maupun bantuan pangan.
Mengenal Bansos Kemensos
Bansos Kemensos merupakan bantuan pemerintah yang ditujukan kepada keluarga miskin dan masyarakat yang berada dalam kondisi rentan secara ekonomi.
Program tersebut memiliki sejumlah tujuan, antara lain:
- Membantu memenuhi kebutuhan pokok.
- Mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga.
- Mempertahankan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan di tengah kondisi ekonomi.
Penetapan penerima bantuan menggunakan data sosial ekonomi pemerintah. Data yang sebelumnya dikenal sebagai DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) kini diperbarui menjadi DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional).
Cara Cek Bansos Kemensos Menggunakan NIK
Masyarakat dapat memeriksa status bantuan secara mandiri melalui situs resmi Kemensos. Pengecekan dilakukan menggunakan NIK 16 digit yang tercantum pada KTP.
Berikut langkah-langkahnya:
- Buka situs resmi Cek Bansos Kemensos.
- Masukkan NIK 16 digit sesuai data pada KTP.
- Masukkan kode keamanan atau captcha yang tampil.
- Gunakan tombol refresh apabila kode captcha sulit dibaca.
- Tekan tombol CARI DATA.
- Sistem kemudian menampilkan informasi mengenai status penerima bansos.
Dengan cara tersebut, masyarakat tidak perlu datang langsung ke kantor untuk sekadar mengetahui status kepesertaan bantuan.
Data yang Digunakan untuk Menentukan Penerima
DTSEN menjadi sumber data yang digunakan pemerintah dalam menentukan penerima bantuan sosial.
Data tersebut menggabungkan informasi sosial dan ekonomi masyarakat sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam penyaluran program bantuan.
Pemutakhiran data juga penting karena kondisi ekonomi seseorang dapat berubah. Oleh sebab itu, status penerima maupun kelompok kesejahteraan dapat mengalami perubahan.
Mengenal Sistem Desil Bansos
Desil merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi. Penilaiannya mempertimbangkan sejumlah kondisi, seperti pekerjaan, pendidikan, keadaan tempat tinggal, serta kepemilikan aset.
Masyarakat kemudian dikelompokkan ke dalam 10 desil. Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan Desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Pembagiannya dapat dipahami sebagai berikut:
- Desil 1: 10 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.
- Desil 10: 10 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.
Kelompok yang Menjadi Prioritas Penerima
Penerima bantuan sosial umumnya diprioritaskan berdasarkan kelompok kesejahteraan yang tercatat dalam data pemerintah.
Kelompok Desil 1 sampai Desil 4, atau sekitar 40 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terbawah, menjadi prioritas utama untuk program PKH dan BPNT.
Sementara itu, masyarakat yang berada pada Desil 5 masih memiliki peluang memperoleh bantuan tertentu, termasuk PBI-JK.
Status desil tidak bersifat tetap. Perubahan kondisi sosial dan ekonomi dapat membuat posisi seseorang dalam kelompok desil ikut berubah.
Cek Status Bansos Secara Berkala
Masyarakat yang ingin mengetahui status penerima bansos dapat melakukan pengecekan secara berkala melalui layanan resmi Kemensos.
Penggunaan NIK membuat proses pemeriksaan dapat dilakukan secara online tanpa harus mendatangi lokasi penyaluran.
PKH dan BPNT kembali disalurkan pada April 2026 melalui bank Himbara dan kantor pos untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Karena data penerima dapat diperbarui mengikuti kondisi sosial ekonomi, masyarakat juga perlu memastikan informasi kependudukan dan data terkait tetap sesuai.









