Pemilik kartu ATM dapat mengalami kejadian kartu tertelan ketika melakukan transaksi di mesin ATM.
Kondisi tersebut dapat dipicu oleh beberapa hal, seperti kartu yang rusak, gangguan pada mesin, atau kesalahan ketika memasukkan PIN.
Situasi ini memang dapat menimbulkan kepanikan, tetapi penanganannya tetap bisa dilakukan secara teratur. Hal terpenting adalah segera mengamankan rekening dan melaporkan kejadian kepada pihak bank.
Cara Mengurus Kartu ATM yang Tertelan
Catat Lokasi dan Identitas Mesin ATM
Pemilik kartu sebaiknya langsung mencatat lokasi mesin ATM serta nomor atau identitas mesin tempat kartu tertelan. Data tersebut dapat membantu bank mengetahui lokasi kejadian dan melakukan penelusuran.
Pastikan Status Transaksi
Periksa riwayat transaksi melalui mobile banking atau internet banking jika layanan tersebut tersedia. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak terdapat transaksi yang tidak dikenali setelah kartu tertelan.
Hubungi Bank dan Blokir Kartu
Segera laporkan kejadian kepada layanan pelanggan bank penerbit kartu. Mintalah pemblokiran kartu agar kartu yang tertahan di mesin tidak dapat disalahgunakan.
Informasikan kepada petugas mengenai lokasi ATM dan waktu kejadian agar laporan dapat diproses dengan lebih mudah.
Datang ke Kantor Cabang
Apabila layanan pelanggan tidak dapat dihubungi, pemilik kartu dapat mendatangi kantor cabang bank terdekat. Siapkan dokumen identitas, seperti KTP dan buku tabungan, untuk keperluan verifikasi.
Setelah laporan diterima dan data berhasil diverifikasi, bank akan memproses pemblokiran kartu serta membantu pengurusan kartu pengganti.
Manfaatkan Layanan Perbankan Digital
Sejumlah bank menyediakan fasilitas pemblokiran kartu melalui aplikasi perbankan. Fitur tersebut dapat digunakan sebagai langkah awal untuk mengamankan kartu.
Namun, apabila kartu yang tertelan tidak dapat dikembalikan, pemilik rekening tetap perlu mengikuti prosedur bank untuk memperoleh kartu baru.
Proses penerbitan kartu pengganti dilakukan setelah verifikasi data dan persyaratan yang ditentukan bank terpenuhi.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Pemilik rekening sebaiknya tidak mencoba mengambil kartu secara paksa dari mesin ATM. Hindari pula menerima bantuan dari orang yang tidak dikenal di sekitar lokasi mesin.
Jika ada pihak yang meminta PIN, OTP, atau data rahasia dengan alasan membantu mengambil kartu, jangan berikan informasi tersebut. Hubungi bank melalui saluran resmi untuk mendapatkan penanganan.
Kesimpulan
Kartu ATM yang tertelan tidak harus membuat pemilik rekening panik. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mencatat lokasi dan identitas mesin, kemudian memastikan kondisi transaksi serta segera mengamankan kartu melalui pemblokiran.
Laporan dapat disampaikan melalui layanan pelanggan atau kantor cabang bank. Jika tersedia, layanan mobile banking juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan pemblokiran awal sebelum proses penggantian kartu dilakukan.









