Informasi Lengkap Operasional dan Jadwal KRL Yogyakarta–Palur per 14 Agustus 2026
Kereta Rel Listrik (KRL) rute Yogyakarta–Palur telah menetapkan jadwal operasional untuk hari Jumat, 14 Agustus 2026, dengan total lima belas jadwal keberangkatan.
Layanan transportasi publik ini mulai beroperasi sejak pagi, di mana rangkaian pertama diberangkatkan dari Stasiun Yogyakarta pada pukul 05.05 WIB.
Sementara itu, untuk jadwal paling akhir, kereta akan meninggalkan stasiun asal yang sama pada pukul 22.35 WIB.
Kehadiran moda transportasi ini ditujukan untuk memfasilitasi mobilitas harian para pekerja, pelajar, serta wisatawan yang bergerak melintasi kawasan Yogyakarta, Klaten, Surakarta, hingga Palur.
Tarif dan Rute Stasiun Jadwal KRL Jogja-Solo
Untuk menggunakan layanan KRL ini, penumpang dikenakan biaya perjalanan dengan sistem tarif tunggal.
Tarif
Tiket ditetapkan seharga Rp8.000 per orang untuk sekali jalan. Sistem satu harga ini berlaku sama untuk semua penumpang, terlepas dari apakah mereka turun di stasiun berikutnya atau menempuh jarak terjauh hingga stasiun akhir.
Titik Pemberhentian
Rangkaian KRL akan melayani penumpang melalui 13 stasiun. Jalur ini membentang secara berurutan mulai dari Stasiun Yogyakarta, menuju Lempuyangan, Maguwo, Brambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, Purwosari, Solo Balapan, Solo Jebres, dan berakhir di Stasiun Palur.
Jadwal Keberangkatan KRL Jogja-Solo
Untuk membantu perencanaan perjalanan Anda pada hari Jumat, 14 Agustus 2026, berikut adalah tabel detail waktu keberangkatan dari masing-masing stasiun yang dilalui:
| Nama Stasiun | Waktu Keberangkatan (WIB) |
|---|---|
| Yogyakarta (YK) | 05.05, 06.00, 07.05, 07.54, 08.49, 10.56, 12.07, 13.57, 15.01, 16.10, 17.35, 18.08, 20.15, 21.25, 22.35 |
| Lempuyangan (LPN) | 05.10, 06.06, 07.10, 07.59, 08.54, 11.01, 12.12, 14.02, 15.06, 16.15, 17.40, 18.13, 20.20, 21.30, 22.40 |
| Maguwo (MGW) | 05.17, 06.13, 07.17, 08.06, 09.01, 11.08, 12.19, 14.10, 15.13, 16.22, 17.47, 18.20, 20.27, 21.37, 22.47 |
| Brambanan (BBN) | 05.26, 06.21, 07.25, 08.14, 09.09, 11.16, 12.27, 14.19, 15.22, 16.30, 17.55, 18.28, 20.36, 21.45, 22.56 |
| Srowot (SWT) | 05.33, 06.28, 07.32, 08.21, 09.16, 11.23, 12.34, 14.26, 15.29, 16.37, 18.01, 18.35, 20.43, 21.51, 23.03 |
| Klaten (KT) | 05.40, 06.35, 07.39, 08.28, 09.23, 11.30, 12.41, 14.33, 15.36, 16.44, 18.08, 18.42, 20.50, 21.58, 23.10 |
| Ceper (CE) | 05.49, 06.44, 07.48, 08.37, 09.32, 11.39, 12.50, 14.42, 15.45, 16.53, 18.17, 18.51, 20.59, 22.07, 23.19 |
| Delanggu (DL) | 05.56, 06.51, 07.55, 08.44, 09.39, 11.46, 12.57, 14.49, 15.52, 17.12, 18.24, 18.58, 21.06, 22.14, 23.26 |
| Gawok (GW) | 06.03, 06.57, 08.01, 08.51, 09.45, 11.52, 13.03, 14.56, 15.58, 17.18, 18.30, 19.04, 21.12, 22.20, 23.33 |
| Purwosari (PWS) | 06.11, 07.04, 08.09, 08.59, 09.52, 12.00, 13.10, 15.03, 16.06, 17.26, 18.38, 19.11, 21.19, 22.28, 23.41 |
| Solo Balapan (SLO) | 06.16, 07.10, 08.16, 09.06, 10.00, 12.06, 13.17, 15.09, 16.13, 17.35, 18.45, 19.17, 21.28, 22.33, 23.47 |
| Solo Jebres (SK) | 06.21, 07.15, 08.23, 09.12, 10.06, 12.12, 13.24, 15.15, 16.19, 17.40, 18.51, 19.23, 21.34, 22.38, 23.54 |
| Palur (PL) | 06.26, 07.20, 08.29, 09.18, 10.12, 12.18, 13.30, 15.21, 16.25, 17.45, 18.57, 19.28, 21.40, 22.44, 00.00* |
Panduan Tambahan untuk Penumpang
Khusus Penumpang Kereta Terakhir
Bagi pengguna jasa yang memilih jadwal keberangkatan paling akhir, kereta diperkirakan bersandar di Stasiun Palur tepat pada pukul 00.00 WIB. Mengingat kedatangan ini bertepatan dengan momen pergantian hari, penumpang dianjurkan untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan petugas KAI Commuter di lokasi mengenai ketersediaan akses pintu keluar stasiun.
Saran Menghadapi Jam Sibuk
Para penumpang yang berniat bepergian pada waktu dengan intensitas tinggi, seperti pagi dan sore hari, sangat disarankan untuk tiba di area stasiun lebih awal. Langkah antisipasi ini akan memberi Anda waktu yang cukup untuk memindai tiket dengan tenang dan memastikan kenyamanan ekstra saat menanti kereta tiba di peron.
Dengan rentang waktu operasional yang panjang dari pagi hingga larut malam, diharapkan semakin banyak warga yang mengandalkan transportasi umum. Seiring waktu, pergeseran kebiasaan ini ditujukan untuk meminimalkan volume kepadatan lalu lintas akibat penggunaan kendaraan pribadi.









