Cara Cek BPJS Kesehatan dengan NIK, Ketahui Status Aktif atau Tidak
BPJS Kesehatan menyediakan sejumlah layanan yang dapat digunakan peserta untuk memastikan status kepesertaan tetap aktif. Pemeriksaan status secara berkala penting dilakukan agar peserta mengetahui kondisi kepesertaan, tunggakan iuran, maupun perubahan data sebelum membutuhkan layanan kesehatan.
Pengecekan dapat dilakukan secara online menggunakan NIK melalui WhatsApp PANDAWA, aplikasi Mobile JKN, maupun layanan resmi BPJS Kesehatan lainnya. Dengan begitu, peserta tidak harus datang ke kantor cabang hanya untuk memastikan status kepesertaannya.
Mengapa Status BPJS Kesehatan Perlu Dicek?
Status kepesertaan perlu diperiksa secara rutin untuk memastikan kartu JKN dapat digunakan ketika diperlukan. Pengecekan juga membantu peserta mengetahui lebih awal apabila terdapat tunggakan atau persoalan administrasi.
Selain itu, pemeriksaan dapat digunakan untuk memastikan informasi seperti nama, NIK, anggota keluarga, dan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) telah tercatat dengan benar.
Cara Cek Status BPJS Kesehatan dengan NIK
Cek melalui WhatsApp PANDAWA
Peserta dapat memanfaatkan layanan WhatsApp PANDAWA untuk mengetahui status kepesertaan tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.
Langkahnya sebagai berikut:
- Simpan nomor WhatsApp PANDAWA BPJS Kesehatan 0811-8165-165.
- Kirim pesan dengan format “info layanan”.
- Pilih menu “Informasi”.
- Pilih opsi “Cek Status Kepesertaan”.
- Masukkan NIK sesuai KTP.
- Masukkan tanggal lahir dengan format tahun-bulan-tanggal.
- Tunggu sistem menampilkan informasi kepesertaan.
Hasil pengecekan dapat menunjukkan status kepesertaan, termasuk informasi anggota keluarga yang tercatat dalam satu Kartu Keluarga.
Cek melalui Aplikasi Mobile JKN
Mobile JKN menjadi salah satu pilihan bagi peserta yang ingin memperoleh informasi kepesertaan sekaligus mengakses layanan BPJS Kesehatan lainnya.
Caranya:
- Unduh aplikasi Mobile JKN melalui Play Store atau App Store.
- Login menggunakan akun yang telah terdaftar.
- Masukkan data yang diperlukan untuk proses verifikasi.
- Pilih menu “Informasi Peserta”.
- Periksa nama, tanggal lahir, nomor peserta, dan status kepesertaan yang ditampilkan.
Melalui aplikasi tersebut, peserta juga dapat mengakses sejumlah informasi lain, termasuk data keluarga dan layanan kesehatan.
Cek melalui Website Resmi BPJS Kesehatan
Pengecekan juga dapat dilakukan melalui laman resmi BPJS Kesehatan.
Peserta cukup mengakses situs resmi BPJS Kesehatan, memasukkan NIK atau data yang diminta, kemudian mengikuti tahapan verifikasi hingga informasi kepesertaan ditampilkan.
Menghubungi Care Center 165
Peserta yang membutuhkan bantuan langsung dapat menghubungi Care Center BPJS Kesehatan di nomor 165. NIK atau nomor peserta perlu disiapkan untuk proses verifikasi identitas.
Layanan ini dapat menjadi pilihan ketika peserta membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai status kepesertaan atau kendala administrasi.
Datang ke Kantor BPJS Kesehatan atau Fasilitas Kesehatan
Pengecekan secara langsung tetap dapat dilakukan dengan mendatangi kantor BPJS Kesehatan atau fasilitas kesehatan terkait.
Peserta dapat membawa KTP dan Kartu Keluarga apabila diperlukan. Petugas kemudian membantu memeriksa informasi kepesertaan berdasarkan data yang tersedia.
Penyebab BPJS Kesehatan Menjadi Tidak Aktif
Status kepesertaan BPJS Kesehatan dapat berubah menjadi tidak aktif karena beberapa kondisi. Salah satunya adalah keterlambatan pembayaran iuran bagi peserta yang wajib membayar iuran secara mandiri.
Peserta yang sebelumnya bekerja sebagai pekerja penerima upah (PPU) juga dapat mengalami perubahan status setelah resign, terkena PHK, atau kontrak kerja berakhir. Ketika perusahaan tidak lagi membayarkan iuran, peserta perlu menyesuaikan status kepesertaannya.
Selain itu, beberapa penyebab lainnya meliputi:
- Data NIK tidak sesuai dengan sistem.
- Terdapat data kepesertaan ganda.
- Anak peserta PPU telah berusia lebih dari 21 tahun, kecuali memenuhi ketentuan perpanjangan hingga usia 25 tahun karena masih menempuh pendidikan.
- Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) tidak lagi memenuhi kriteria penerima bantuan berdasarkan pemutakhiran data.
- Perubahan status kepesertaan yang belum diselesaikan.
Cara Mengaktifkan Kembali BPJS Kesehatan
Peserta yang statusnya tidak aktif dapat melakukan langkah pengaktifan kembali sesuai penyebabnya. Untuk peserta yang mengalami masalah karena tunggakan, pembayaran iuran menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan.
Aktivasi melalui Mobile JKN
Bagi peserta yang dapat melakukan proses secara online, beberapa tahapan yang dapat dilakukan melalui Mobile JKN antara lain:
- Login ke aplikasi Mobile JKN.
- Masukkan kode captcha.
- Pilih menu “Peserta”.
- Pilih “Status Kepesertaan”.
- Masuk ke menu “Segmen Peserta”.
- Lakukan perubahan segmen jika memang diperlukan.
- Pilih metode pembayaran autodebit sesuai ketentuan.
- Masukkan data yang diminta.
- Daftarkan autodebit.
- Bayar iuran atau tunggakan sesuai ketentuan.
- Pilih kelas rawat yang tersedia.
- Setujui ketentuan pengaktifan kembali.
- Masukkan kode verifikasi yang dikirimkan ke nomor ponsel.
Setelah seluruh proses selesai, peserta dapat kembali memeriksa status kepesertaan melalui aplikasi.
Aktivasi melalui Kantor Cabang
Untuk persoalan tertentu, peserta mungkin perlu datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan. Peserta dapat membawa dokumen identitas untuk pemeriksaan data dan mendapatkan arahan sesuai kondisi kepesertaannya.
Khusus peserta PBI, proses pengurusan dapat melibatkan Dinas Sosial. Peserta perlu membawa dokumen seperti Kartu JKN-KIS, KK, dan KTP untuk proses pemeriksaan serta pengurusan dokumen yang diperlukan.
Informasi yang Bisa Diketahui dari Pengecekan
Pengecekan menggunakan NIK dapat membantu peserta mengetahui beberapa informasi penting, seperti:
- Status kepesertaan aktif atau tidak aktif.
- Data peserta.
- Data anggota keluarga.
- Nomor peserta.
- Fasilitas kesehatan tingkat pertama.
- Informasi iuran dan tunggakan apabila tersedia.
Karena itu, pemeriksaan status sebaiknya dilakukan secara berkala, terutama sebelum peserta membutuhkan pelayanan kesehatan.
Cara Menjaga BPJS Kesehatan Tetap Aktif
Peserta mandiri perlu memastikan pembayaran iuran dilakukan sesuai jadwal. Selain itu, data kepesertaan juga perlu diperbarui apabila terdapat perubahan alamat, nomor telepon, pekerjaan, atau informasi lainnya.
Peserta juga sebaiknya menyimpan akses akun Mobile JKN dengan aman agar dapat digunakan ketika membutuhkan layanan digital BPJS Kesehatan.
Dengan memanfaatkan layanan seperti WhatsApp PANDAWA, Mobile JKN, dan Care Center 165, peserta dapat memeriksa status BPJS Kesehatan dengan lebih mudah. Pemeriksaan rutin membantu memastikan kepesertaan tetap sesuai dan mengurangi risiko kendala administrasi ketika layanan kesehatan dibutuhkan









