Masyarakat bisa mengetahui status bantuan sosial pada Agustus 2026 secara mandiri melalui layanan resmi Kementerian Sosial (Kemensos). Pengecekan dapat dilakukan menggunakan 16 digit Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum pada KTP.
Layanan Cek Bansos Kemensos kini menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai sumber data. Pada hasil pencarian, masyarakat juga dapat menemukan informasi mengenai desil yang menggambarkan posisi kesejahteraan keluarga berdasarkan sejumlah kondisi sosial dan ekonomi.
Langkah Cek Status PKH dengan NIK KTP
Pencarian penerima bantuan dapat dilakukan tanpa membuat akun terlebih dahulu. Masyarakat cukup menyiapkan KTP dan mengikuti tahapan yang tersedia pada halaman pencarian.
Berikut caranya:
- Buka laman Cek Bansos Kemensos
Akses situs resmi Cek Bansos melalui browser pada perangkat yang digunakan. - Masukkan 16 digit NIK
Ketik NIK sesuai nomor yang tertera pada KTP. Pastikan setiap angka sudah benar agar pencarian dapat diproses. - Isi huruf kode
Masukkan karakter verifikasi yang muncul pada kotak pencarian. Apabila tulisan tidak terbaca dengan jelas, kode dapat dimuat ulang. - Tekan “CARI DATA”
Setelah NIK dan kode verifikasi terisi, pilih tombol CARI DATA untuk menjalankan pencarian. - Lihat hasil pencarian
Sistem kemudian memproses data yang dimasukkan. Informasi akan ditampilkan apabila data yang dicari tersedia pada sistem.
Desil pada Cek Bansos 2026
Hasil pencarian Cek Bansos tidak hanya berkaitan dengan keberadaan data penerima. Laman resmi Kemensos juga menampilkan keterangan mengenai desil, yaitu pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan.
Saat ini terdapat 10 kelompok desil. Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan 10 persen terbawah, sedangkan desil 10 berada pada kelompok 10 persen dengan tingkat kesejahteraan tertinggi. Pengelompokan tersebut mempertimbangkan berbagai informasi sosial ekonomi, seperti pekerjaan dan pendidikan, kondisi rumah, daya listrik, serta kepemilikan aset.
Dalam penentuan sasaran bantuan, desil 1 hingga 4 atau 40 persen keluarga terbawah dapat diusulkan sebagai penerima PKH dan Sembako. Sementara itu, desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK. Artinya, informasi desil menjadi salah satu bagian penting dalam proses penentuan sasaran program pemerintah.
Cek Bansos 2026 lewat Aplikasi Resmi Kemensos
Selain menggunakan website, masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi Cek Bansos yang dikembangkan Kementerian Sosial.
Informasi terbaru pada Google Play menunjukkan aplikasi tersebut masih diperbarui pada 15 Juli 2026. Aplikasi ini digunakan untuk melihat kepesertaan bantuan sosial, termasuk BPNT, BST, dan PKH. Pengguna juga dapat melihat daftar penerima bantuan di wilayah administrasinya, memberikan sanggahan terhadap penerima yang dinilai tidak layak, serta mengusulkan diri sendiri atau orang lain yang dianggap memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan.
Pengguna yang ingin memanfaatkan fitur aplikasi perlu mengikuti proses pendaftaran dan verifikasi yang tersedia. Setelah akun dapat digunakan, berbagai menu dalam aplikasi bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
DTSEN Menjadi Dasar Data Bansos 2026
Perubahan penting dalam layanan Cek Bansos adalah penggunaan DTSEN sebagai sumber data. BPS menjelaskan bahwa DTSEN terus dimutakhirkan dan digunakan sebagai basis data untuk mendukung penyaluran bantuan sosial agar sasaran program lebih tepat. Pada DTSEN Volume 2 Tahun 2026, cakupan data yang diperbarui mencapai sekitar 95,3 juta keluarga atau 289,3 juta individu, termasuk pembaruan data demografi dan hasil verifikasi lapangan.
BPS juga menjelaskan bahwa pengelompokan kesejahteraan dalam DTSEN mempertimbangkan sejumlah indikator, antara lain identitas kependudukan, pendidikan, ketenagakerjaan, kondisi tempat tinggal, akses sanitasi dan air minum, kesehatan dan disabilitas, kepemilikan aset, serta kepemilikan usaha.
Karena kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat berubah, informasi desil dalam Cek Bansos juga bersifat dinamis. Kemensos menyebutkan bahwa apabila desil yang tercantum tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya, masyarakat dapat mengajukan pembaruan melalui desa atau kelurahan dan dinas sosial. Pembaruan juga dapat disampaikan melalui aplikasi Cek Bansos. Data tersebut selanjutnya dihitung kembali oleh BPS secara berkala.
Apa yang Perlu Dilakukan Jika Data Tidak Sesuai?
Masyarakat yang menemukan informasi tidak sesuai sebaiknya tidak langsung mengandalkan situs atau aplikasi pihak lain. Pembaruan data dapat ditempuh melalui jalur yang telah disediakan pemerintah, baik melalui pemerintah desa atau kelurahan, dinas sosial, maupun aplikasi Cek Bansos sesuai mekanisme yang berlaku.
Pemutakhiran DTSEN juga terus dilakukan pemerintah. BPS menyatakan bahwa proses pembaruan melibatkan validasi data, integrasi informasi dari berbagai instansi, serta verifikasi lapangan untuk meningkatkan kualitas data sosial ekonomi.
Pastikan Menggunakan Layanan Resmi
Warga yang ingin mengecek PKH pada Agustus 2026 sebaiknya memasukkan NIK hanya pada layanan resmi Kemensos. Pemeriksaan melalui laman Cek Bansos tidak mengharuskan masyarakat datang langsung ke kantor layanan sosial.
Penggunaan kanal resmi juga penting karena NIK merupakan data pribadi. Hindari memasukkan identitas kependudukan ke situs atau aplikasi yang tidak jelas sumbernya.
Dengan website Cek Bansos dan aplikasi resmi Kemensos, masyarakat dapat memeriksa informasi kepesertaan secara mandiri. Hasil pencarian juga dapat memberikan gambaran mengenai data kesejahteraan yang digunakan pemerintah dalam menentukan sasaran bantuan sosial pada 2026.








