Minggu, Oktober 18, 2026
Publikasi dan Informasi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • e Wallet
  • Edukasi
  • Layanan
  • Panduan
  • Pelayanan Publik
  • Info
  • Tips
Publikasi dan Informasi
  • Beranda
  • e Wallet
  • Edukasi
  • Layanan
  • Panduan
  • Pelayanan Publik
  • Info
  • Tips
No Result
View All Result
  • Login
Publikasi dan Informasi
No Result
View All Result

Saham Nike Merosot 2,4 Persen, Ini Penyebab dan Prospek Pemulihannya

Suara Aktby Suara Akt
25 Agustus 2026
in Informasi
Reading Time: 4 mins read
Saham Nike Merosot 2,4 Persen, Ini Penyebab dan Prospek Pemulihannya

Saham Nike Merosot 2,4 Persen, Ini Penyebab dan Prospek Pemulihannya

Saham Nike (NKE) merosot 2,4 persen dalam perdagangan pra-pasar setelah mitra ritel grosir utamanya, Dick’s Sporting Goods, membukukan kinerja kuartal kedua yang berada di bawah ekspektasi Wall Street.

Penurunan saham Nike juga dipengaruhi oleh proyeksi tahunan Dick’s yang dipangkas cukup tajam. Perusahaan menyebut kondisi pasar alas kaki dan pakaian olahraga semakin menantang.

Lantas, mengapa saham Nike turun hari ini? Berikut sejumlah faktor yang menjadi perhatian investor.




Kinerja Dick’s Sporting Goods di Bawah Ekspektasi

Dick’s Sporting Goods melaporkan laba per saham (EPS) kuartal II sebesar US$3,53, lebih rendah dibandingkan estimasi analis sebesar US$3,78.

Pendapatan perusahaan juga tercatat US$5,59 miliar, berada di bawah konsensus Wall Street sebesar US$5,65 miliar.

Selain hasil kuartalan yang mengecewakan, Dick’s juga memangkas proyeksi EPS tahun fiskal 2027 menjadi kisaran US$11 hingga US$12. Angka tersebut jauh di bawah perkiraan analis yang berada di level US$14,20.

Kondisi tersebut menjadi sentimen negatif bagi Nike karena Dick’s merupakan salah satu mitra distribusi grosir penting bagi produsen perlengkapan olahraga tersebut.

Pasar Alas Kaki dan Pakaian Olahraga Makin Menantang

Dick’s Sporting Goods menyebut persaingan promosi yang semakin agresif serta lemahnya peluncuran produk baru di segmen alas kaki olahraga menjadi salah satu faktor yang menekan kinerja.

Penjualan comparable Foot Locker juga tercatat turun 3,6 persen selama kuartal tersebut.

Foot Locker kini berada di bawah Dick’s setelah perusahaan menyelesaikan akuisisi peritel tersebut pada tahun sebelumnya. Kondisi ini membuat kinerja Dick’s dan Foot Locker menjadi semakin relevan terhadap prospek distribusi Nike di jaringan ritel.




Pemulihan Nike Dinilai Berjalan Lebih Lambat

Sentimen terhadap saham Nike juga mendapat tekanan dari dua laporan analis yang diterbitkan menjelang perdagangan.

Stifel mempertahankan rekomendasi Hold untuk saham Nike dengan target harga US$45 setelah melakukan survei back-to-school 2026.

Hasil survei menunjukkan Nike menjadi merek paling populer dalam 45,8 persen pengecekan ritel. Angka tersebut memang meningkat dibandingkan rekor terendah 38,2 persen pada 2025.

Namun, posisi tersebut masih jauh dari tingkat popularitas Nike yang pernah mencapai 92,5 persen pada 2021.

Data tersebut menunjukkan adanya perbaikan terhadap daya tarik merek Nike, tetapi pemulihannya belum kembali ke level sebelumnya.

RBC Pertahankan Target Harga Nike US$45

RBC Capital juga mempertahankan rating Sector Perform dan target harga Nike sebesar US$45 setelah melakukan pertemuan dengan CEO Nike Elliott Hill di London.

Menurut catatan RBC, proses eksekusi strategi pemulihan Nike membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan ekspektasi sebelumnya.

Lamanya waktu tunggu dalam industri serta dampak konflik Iran terhadap jalur pemulihan turut menjadi faktor yang diperhatikan dalam menilai prospek perusahaan.




Penurunan Nike Bukan karena Pasar AS Secara Umum

Pergerakan negatif saham Nike terjadi ketika pasar saham Amerika Serikat secara keseluruhan justru berada di zona positif.

Pada perdagangan tersebut, S&P 500 naik 0,4 persen, Nasdaq menguat 0,8 persen, sedangkan Dow Jones bertambah 0,4 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap saham Nike lebih berkaitan dengan faktor spesifik perusahaan dan sektor olahraga, bukan akibat aksi jual secara luas di pasar saham AS.

Dick’s Jadi Mitra Penting dalam Strategi Pemulihan Nike

Kinerja Dick’s memiliki arti penting bagi Nike karena perusahaan tersebut merupakan salah satu saluran distribusi grosir utama.

Nike sebelumnya terlalu bergantung pada model direct-to-consumer (DTC). Kini, perusahaan berupaya kembali memperkuat hubungan dengan mitra ritel untuk meningkatkan kehadirannya di pasar.

Karena itu, melemahnya kondisi pasar alas kaki olahraga dan kinerja mitra ritel seperti Dick’s dapat menjadi hambatan bagi upaya Nike dalam memulihkan penjualan.

Persediaan Dick’s Melonjak 63 Persen

Tekanan terhadap saham Nike semakin besar setelah Dick’s mencatatkan peningkatan persediaan hingga 63 persen setelah akuisisi Foot Locker.

Kombinasi antara tingginya persediaan, kondisi promosi yang lebih agresif, serta lemahnya peluncuran produk baru menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi pasar olahraga.

Situasi tersebut turut memperkuat kekhawatiran investor mengenai seberapa cepat Nike dapat kembali mencatatkan pertumbuhan yang lebih kuat.




Saham Nike Mendekati Batas Bawah Rentang 52 Minggu

Gabungan berbagai sentimen negatif tersebut membuat saham Nike bergerak mendekati batas bawah rentang perdagangan 52 minggunya.

Rentang harga saham Nike berada di sekitar US$38,86 hingga US$79,51. Pada perdagangan pra-pasar, saham NKE tercatat sekitar US$39,72, atau turun 2,53 persen dari penutupan sebelumnya.

Tekanan tersebut menunjukkan bahwa investor masih berhati-hati terhadap prospek pemulihan Nike, terutama di tengah kondisi pasar alas kaki dan pakaian olahraga yang belum sepenuhnya membaik.

Prospek Saham Nike Masih Bergantung pada Pemulihan Bisnis

Pergerakan saham Nike ke depan akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan memperbaiki penjualan, memperkuat kembali jaringan distribusi, serta menghadirkan produk baru yang mampu menarik konsumen.

Di sisi lain, peningkatan popularitas Nike dalam survei back-to-school 2026 menunjukkan adanya tanda-tanda pemulihan dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, investor masih perlu mencermati kecepatan eksekusi strategi manajemen dan perkembangan pasar olahraga sebelum menilai apakah pemulihan Nike dapat berlangsung sesuai harapan.

Tags: NikeSahamSaham Nike Merosot
Suara Akt

Suara Akt

Related Posts

Panduan Lengkap Mencairkan Jht Tanpa Paklaring Untuk Pekerja Yang Sudah Resign
Informasi

Panduan Lengkap Mencairkan Jht Tanpa Paklaring Untuk Pekerja Yang Sudah Resign

15 Oktober 2026
Cara Mengaktifkan Fitur DANA Cicil Tanpa Ribet, Berikut Panduan Lengkapnya
e Wallet

Cara Mengaktifkan Fitur DANA Cicil Tanpa Ribet, Berikut Panduan Lengkapnya

28 Agustus 2026
Cara Mencairkan JHT BPJS Tanpa Paklaring, Bisa Klaim Lewat HP dengan Mudah
Info

Cara Mencairkan JHT BPJS Tanpa Paklaring, Bisa Klaim Lewat HP dengan Mudah

28 Agustus 2026
Cara Cepat Klaim Saldo DANA Kaget 2026 dengan Aman dan Mudah
e Wallet

Cara Cepat Klaim Saldo DANA Kaget 2026 dengan Aman dan Mudah

28 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular News

Cara Memulihkan Akun Google atau Gmail yang Lupa Sandi, Terkunci, dan Diretas

Cara Memulihkan Akun Google atau Gmail yang Lupa Sandi, Terkunci, dan Diretas

16 Agustus 2026
Shopee PayLater : Cara Bayar Tagihan dengan Mudah dan Cepat

Shopee PayLater : Cara Bayar Tagihan dengan Mudah dan Cepat

18 Agustus 2026
Cara Membuat SKCK Online 2026 Lewat HP, Syarat, Biaya, dan Langkah Pengajuan

Cara Membuat SKCK Online 2026 Lewat HP, Syarat, Biaya, dan Langkah Pengajuan

24 Agustus 2026
Syarat dan Ketentuan Membuat Paspor untuk Anak di Bawah 5 Tahun

Syarat dan Ketentuan Membuat Paspor untuk Anak di Bawah 5 Tahun

13 Agustus 2026
[mc4wp_form]
Next Post
Aplikasi Penghasil Saldo DANA Gratis Terbaru 2026, Ini yang Banyak Dicari

Aplikasi Penghasil Saldo DANA Gratis Terbaru 2026, Ini yang Banyak Dicari

Portal berita dan informasi layanan yang memberitakan terkait seputar sosial, ekonomi, perbankan dan disajikan dengan pemberitaan yang menarik dan faktual.

[mc4wp_form]
Browse by Category
  • Bank
  • Bansos
  • BPJS Kesehatan
  • e Wallet
  • Edukasi
  • Info
  • Informasi
  • Layanan
  • Panduan
  • Pelayanan Publik
  • Tips

Site Links

  • Site Admin
  • Log Out
  • Entries Feed
  • Comment Feed

Download Our App

Follow Us

© 2026 JNews – Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.
  • Terms of Use
  • Privacy Policy
  • Manage Cookies
  • License

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • e Wallet
  • Edukasi
  • Layanan
  • Panduan
  • Pelayanan Publik
  • Info
  • Tips

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.