IHSG hari ini, Rabu 26 Agustus 2026, kembali melemah pada perdagangan sesi I. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 4,77 poin atau 0,07 persen ke level 6.496,89.
Penurunan tersebut membuat IHSG kembali berada di bawah level psikologis 6.500. Sebelumnya, indeks sempat bergerak menguat pada awal perdagangan sebelum akhirnya mendapat tekanan jual.
Hingga penutupan sesi pertama, mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak melemah. Tercatat 419 saham turun, 209 saham menguat, sedangkan 160 saham lainnya tidak mengalami perubahan.
Mayoritas Sektor IHSG Melemah
Tekanan terhadap IHSG juga terlihat dari kinerja indeks sektoral. Dari total 11 sektor yang diperdagangkan, hanya tiga sektor yang berhasil mencatat kenaikan.
Ketiga sektor tersebut yakni:
- Sektor kesehatan: naik 3,10 persen.
- Sektor properti: menguat 0,87 persen.
- Sektor barang baku: naik 0,39 persen.
Sementara itu, delapan sektor lainnya berada di zona merah. Sektor transportasi menjadi sektor dengan pelemahan paling dalam, yakni sebesar 1,96 persen.
Berikut beberapa sektor yang mengalami penurunan terbesar:
- Transportasi: turun 1,96 persen.
- Perindustrian: turun 0,86 persen.
- Energi: turun 0,73 persen.
Kinerja mayoritas sektor yang melemah membuat penguatan pada sektor kesehatan, properti, dan barang baku belum cukup kuat untuk membawa IHSG ke zona positif pada akhir sesi pertama.
Nilai Transaksi Saham Capai Rp8,98 Triliun
Aktivitas perdagangan saham pada sesi I terpantau cukup aktif. Berdasarkan data hingga penutupan sesi pertama, volume transaksi saham mencapai 23,21 miliar saham.
Sementara itu, nilai transaksi saham tercatat sekitar Rp8,98 triliun.
Jumlah saham yang terkoreksi lebih banyak dibandingkan saham yang menguat menunjukkan tekanan jual masih cukup dominan di pasar saham hingga sesi I berakhir.
MDKA Jadi Top Gainer LQ45
Di antara saham-saham yang masuk dalam indeks LQ45, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat kenaikan paling tinggi hingga perdagangan sesi I.
Saham MDKA menguat 4,39 persen. Setelahnya terdapat PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang naik 2,08 persen dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang menguat 1,94 persen.
Berikut tiga saham dengan kenaikan terbesar di LQ45 pada sesi I:
| Saham | Perubahan |
|---|---|
| PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) | +4,39% |
| PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) | +2,08% |
| PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) | +1,94% |
ISAT Jadi Saham LQ45 dengan Penurunan Terdalam
Di sisi berlawanan, PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi saham LQ45 dengan penurunan paling signifikan pada sesi I.
ISAT terkoreksi 4,94 persen. Selanjutnya, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) turun 3,21 persen, sedangkan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melemah 3,03 persen.
Berikut tiga saham LQ45 dengan penurunan terbesar:
| Saham | Perubahan |
|---|---|
| PT Indosat Tbk (ISAT) | -4,94% |
| PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) | -3,21% |
| PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) | -3,03% |
Pergerakan IHSG sesi I 26 Agustus 2026 menunjukkan pasar masih menghadapi tekanan jual. Setelah sempat menguji kembali level 6.500 pada awal perdagangan, IHSG akhirnya ditutup sementara di 6.496,89 pada akhir sesi pertama.









