Harga BBM Terbaru 2026: Pertalite Stabil, Harga BBM Non-Subsidi Turun di Sejumlah SPBU
Pemerintah Indonesia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM), terutama Pertalite dan biodiesel, tetap stabil hingga akhir 2024. Kepastian tersebut diberikan dengan mempertimbangkan kondisi pasar energi global, harga minyak mentah Indonesia, serta posisi pasokan BBM yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Harga minyak mentah Indonesia berada di kisaran US$91 per barel. Level tersebut dinilai masih cukup terkendali sehingga belum menunjukkan tekanan besar yang dapat mendorong kenaikan harga BBM di tingkat konsumen.
Stabilitas tersebut juga didukung pola pasokan BBM Indonesia. Sebagian besar bensin yang digunakan di pasar domestik berasal dari Singapura dan dikirim melalui Selat Malaka. Jalur tersebut membuat Indonesia tidak secara langsung bergantung pada Selat Hormuz, yang menjadi salah satu titik penting dalam lalu lintas energi dunia sekaligus kawasan yang rentan terhadap ketegangan geopolitik.
Kondisi itu membantu mengurangi risiko gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah. Dengan pasokan yang tetap terjaga, pemerintah memiliki ruang untuk mempertahankan harga BBM agar tidak mengalami perubahan tajam.
Harga Minyak Dunia Kembali Menguat
Harga minyak dunia justru bergerak naik pada penutupan perdagangan Selasa, 11 Agustus. Kenaikan tersebut terjadi ketika peluang tercapainya kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali diragukan serta kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Timur Tengah meningkat.
Mengacu pada Reuters, harga minyak Brent naik US$1,19 atau 1,4% menjadi US$88,91 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) bertambah US$1,07 atau 1,3% menjadi US$83,20 per barel.
Kedua harga acuan tersebut menjadi yang tertinggi sejak 31 Juli. Kenaikan juga berlanjut untuk hari kedua setelah sebelumnya Brent dan WTI melonjak sekitar 5% pada perdagangan Senin akibat menurunnya harapan terhadap perdamaian AS-Iran.
Pada 11 Agustus, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang baru menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai AS mengubah sikapnya dan menerima persyaratan Iran untuk mengakhiri perang.
Data pelayaran memperlihatkan jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz turun menjadi enam kapal pada 10 Agustus. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata sekitar 11 kapal dalam 10 hari sebelumnya. Sebelum konflik berlangsung, jalur tersebut rata-rata dilewati 125-140 kapal setiap hari.
Badan Informasi Energi AS (EIA) pada 11 Agustus juga menyebutkan bahwa sejumlah produsen minyak Timur Tengah kemungkinan kesulitan mengembalikan produksi ke tingkat sebelum konflik hingga akhir 2027, meskipun aktivitas perdagangan kembali normal pada awal tahun depan.
Konflik Iran Menambah Tekanan terhadap Harga BBM AS
Harga rata-rata bensin di Amerika Serikat yang telah melewati US$4 per galon turut meningkatkan tekanan politik terhadap Presiden Donald Trump. Kenaikan biaya energi terjadi ketika pemerintahan Trump masih menghadapi ketegangan dengan Iran sekaligus berusaha menghentikan konflik di Gaza.
Persoalan harga bensin menjadi semakin penting menjelang pemilu paruh waktu pada November. Ketidakpuasan sebagian pemilih Partai Republik terhadap perkembangan konflik luar negeri berpotensi berubah menjadi persoalan politik di dalam negeri.
Kenaikan harga bensin mulai terlihat sejak serangan terhadap Iran berlangsung pada akhir Februari. Situasi tersebut membuat pemerintah AS harus mempertimbangkan dampak ekonomi ketika membahas kemungkinan operasi militer tambahan terhadap Teheran.
Persediaan senjata AS yang semakin terbatas juga disebut menjadi faktor lain yang mempersempit pilihan Washington. Pemerintah harus menghitung kemampuan militernya sekaligus mempertimbangkan konsekuensi ekonomi yang sudah dirasakan masyarakat.
Wakil Presiden Brookings Institution Suzanne Maloney menilai tekanan ekonomi yang diterima Iran masih lebih mudah ditanggung dibandingkan beban ekonomi dan strategis yang harus dihadapi AS. Kondisi ini menunjukkan bahwa strategi tekanan dapat memberikan dampak terhadap kedua pihak tanpa langsung menghasilkan penyelesaian konflik.
Trump Mengutamakan Tekanan Ekonomi terhadap Iran
Donald Trump memilih untuk mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Iran daripada segera menjalankan operasi militer baru. Dalam pernyataan di Ruang Oval yang dikutip New York Times, Trump menyoroti tingginya inflasi serta keterbatasan dana yang dimiliki Iran.
“Kami hanya mengamati Iran dengan inflasi yang sangat tinggi dan fakta bahwa mereka tidak memiliki uang. Ini akan berhasil. Selalu berhasil. Ini seperti permainan catur,” kata Trump ketika menjawab pertanyaan wartawan pada Senin, 10 Agustus 2026.
Trump tetap mengakui bahwa Iran masih memiliki kemampuan untuk menciptakan gangguan meskipun menghadapi kesulitan ekonomi.
“Sekarang, bisakah mereka membuat masalah? Ya, mereka bisa membuat masalah. Tapi mereka tidak punya uang,” ujarnya.
Peneliti senior Middle East Institute Brian Katulis menilai pernyataan tersebut belum sepenuhnya menggambarkan risiko di lapangan. Perlawanan Iran, kepentingan politik Israel, serta tekanan dari dalam negeri AS dinilai turut membatasi pilihan pemerintah Trump.
Selat Hormuz Menjadi Bagian dari Tuntutan Iran
Persoalan Selat Hormuz turut menjadi bagian penting dalam hubungan AS dan Iran. Ketegangan tersebut berkaitan dengan ancaman gangguan terhadap jalur pelayaran serta ancaman serangan kelompok Houthi di Laut Merah.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohammad Bagher Zolghadr menyatakan bahwa akses pelayaran melalui Selat Hormuz baru akan dibuka apabila AS memenuhi seluruh tuntutan Iran.
| Pihak | Posisi Utama | Dampak |
|---|---|---|
| Iran | Meminta penarikan pasukan AS, pencabutan sanksi dan blokade, serta kompensasi perang. | Jalur pelayaran menjadi bagian dari tekanan politik. |
| AS | Menuntut kompensasi atas korban konflik dan demonstran Iran yang dibunuh rezim. | Perundingan menghadapi tuntutan dari kedua pihak. |
| Israel | Menolak dokumen 15 poin AS mengenai penghentian konflik di Palestina. | Upaya diplomasi AS di Gaza menghadapi hambatan. |
Trump juga meminta Iran memberikan kompensasi finansial atas orang-orang yang meninggal dan terluka dalam berbagai konflik di Iran, termasuk demonstran yang dibunuh oleh rezim. Ia mengatakan telah meminta pejabat AS mengupayakan kompensasi tersebut dalam pembicaraan berikutnya.
Behnam Ben Taleblu dari Foundation for Defense of Democracies memperingatkan bahwa sanksi dan blokade laut terhadap Iran tidak akan berlangsung tanpa respons. Menurutnya, Iran hampir pasti mengambil tindakan balasan terhadap tekanan tersebut.
Konflik Gaza Mempersempit Ruang Diplomasi AS
Pemerintahan Trump juga menghadapi persoalan lain dari Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan Israel menolak dokumen 15 poin yang diajukan AS untuk mengakhiri konflik di Palestina.
“Saya ingin memperjelas di sini, Israel menolak dokumen 15 poin tersebut,” kata Netanyahu.
Penolakan tersebut terjadi setelah Israel meningkatkan serangan udara di Gaza. Pernyataan itu juga muncul tidak lama setelah klaim mengenai terobosan bersejarah yang disampaikan Trump pada akhir Juli tidak bertahan lama.
Sikap Israel memperlihatkan adanya batas terhadap pengaruh Washington terhadap salah satu mitra utamanya dalam konflik tersebut. Pada saat yang sama, tekanan dari pendukung garis keras Trump di media AS untuk mengambil tindakan militer secara langsung terhadap Iran terus meningkat.
Dengan harga bensin yang tinggi, persediaan senjata yang terbatas, serta jalur diplomasi yang belum menghasilkan kesepakatan, pilihan pemerintah AS menjadi semakin terbatas.
Harga BBM Indonesia Tetap Terjaga
Di Indonesia, pemerintah menyatakan stabilitas harga Pertalite dan biodiesel hingga akhir 2024 dapat dipertahankan melalui kebijakan yang menyesuaikan kondisi pasar. Mekanisme subsidi dan pajak dapat digunakan untuk meredam perubahan harga minyak mentah sehingga gejolak di pasar global tidak langsung diteruskan kepada konsumen.
Kebijakan tersebut juga memberikan kepastian bagi masyarakat dalam mengatur pengeluaran. Sektor usaha yang menggunakan BBM sebagai bagian dari kegiatan operasional turut memperoleh manfaat karena biaya energi tidak mengalami kenaikan secara mendadak.
Di sisi lain, harga BBM non-subsidi di sejumlah SPBU Indonesia telah mengalami penyesuaian sejak 1 Agustus 2026.
Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga BBM non-subsidi dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian dilakukan sesuai ketentuan dan arahan pemerintah serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat dan ketersediaan pasokan BBM nasional.
Di SPBU Pertamina wilayah Jabodetabek, harga Pertamax Turbo turun dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter. Pertamax Green 95 turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter, sedangkan Pertamax atau RON 92 turun dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter.
Harga Pertamina Dex tetap Rp21.150 per liter dan Dexlite Rp19.700 per liter.
Daftar Harga BBM Pertamina
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Solar Subsidi: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp15.950 per liter
- Pertamax Green 95: Rp16.600 per liter
- Pertamax Turbo: Rp18.300 per liter
- Dexlite: Rp19.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp21.150 per liter
Harga BBM BP-AKR
- BP 92: Rp16.130 per liter
- BP Ultimate: Rp16.760 per liter
- BP Ultimate Diesel: Rp21.910 per liter
Harga BBM Shell
- Shell V-Power Diesel: Rp21.910 per liter
- Shell Super: –
- Shell V-Power: –
- Shell V-Power Nitro+: –
Harga BBM Vivo
- Vivo Revvo 92: Rp16.130 per liter
- Vivo Revvo 95: Rp16.760 per liter
- Vivo Diesel Primus: Rp21.910 per liter
Harga BBM Vietnam 12 Agustus
Harga eceran bensin dan solar di Vietnam pada 12 Agustus juga tercatat sebagai berikut:
| Jenis BBM | Harga |
|---|---|
| E5RON92 | Maksimal 21.728 VND/liter |
| E10RON95 | Maksimal 22.324 VND/liter |
| Diesel 0,05S | Maksimal 27.544 VND/liter |
| Bahan bakar 180CST 3.5S | Maksimal 16.391 VND/kg |
Kementerian Perindustrian dan Perdagangan serta Kementerian Keuangan Vietnam sebelumnya melakukan penyesuaian harga mulai pukul 15.00 pada 6 Agustus. Dalam periode tersebut, kedua kementerian juga membentuk Dana Stabilisasi Harga Bahan Bakar dengan dana awal dari anggaran negara dan mengalokasikan 200 VND per liter untuk bio-bensin.
Perkembangan harga minyak dunia dan konflik di Timur Tengah tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena gangguan pasokan global dapat meningkatkan tekanan terhadap harga energi. Meski demikian, pemerintah Indonesia masih memiliki sejumlah instrumen untuk menjaga stabilitas harga BBM domestik sekaligus mempertahankan ketersediaan pasokan bagi masyarakat dan dunia usaha.









