BPJS Kesehatan memberikan jaminan terhadap berbagai jenis penyakit yang dialami peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Berdasarkan daftar yang dirujuk dalam artikel ini, terdapat 144 penyakit dari 19 kategori yang mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan.
Cakupan penyakit tersebut cukup beragam. Beberapa di antaranya berupa penyakit menular, gangguan metabolisme, masalah pada organ tubuh tertentu, penyakit kulit, hingga kondisi yang membutuhkan penanganan medis.
Peserta JKN yang memiliki status kepesertaan aktif dapat memperoleh layanan kesehatan di klinik, puskesmas, maupun rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Daftar Penyakit yang Ditanggung BPJS Kesehatan 2026
Mengacu pada informasi yang dilansir CNBC Indonesia, daftar 144 penyakit tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 28 Tahun 2014 mengenai Panduan Teknis Program Jaminan Kesehatan Nasional.
Berikut daftar penyakit yang termasuk dalam 19 kategori tersebut.
Neurologi atau Sistem Saraf
- Kejang demam
- Tetanus
- HIV/AIDS tanpa komplikasi
- Sakit kepala tegang
- Migrain
- Bell’s Palsy
- Vertigo posisi paroksismal jinak
- Gangguan somatoform
- Insomnia
Mata atau Oftalmologi
- Objek asing di konjungtiva
- Konjungtivitis
- Perdarahan subkonjungtiva
- Mata kering
- Blefaritis
- Hordeolum
- Trikiasis
- Episkleritis
- Hipermetropia ringan
- Miopia ringan
- Astigmatisme ringan
- Presbiopia
- Buta senja
Telinga, Hidung, dan Tenggorokan
- Otitis eksterna
- Otitis media akut
- Serumen prop
- Mabuk perjalanan
- Furunkel di hidung
- Rhinitis akut
- Rhinitis vasomotor
- Objek asing di hidung
- Epistaksis
- Influenza
- Pertusis
- Faringitis
- Tonsilitis
- Laringitis
Saluran Pernapasan dan Paru
- Asma bronchiale
- Bronkitis akut
- Pneumonia atau bronkopneumonia
- Tuberkulosis paru tanpa komplikasi
Kardiovaskular dan Tekanan Darah
- Hipertensi esensial
- Dislipidemia
- Hiperurisemia
Sistem Pencernaan
- Gastritis
- Gastroenteritis, termasuk kolera dan giardiasis
- Refluks gastroesofagus
- Demam tifoid
- Intoleransi makanan
- Alergi makanan
- Keracunan makanan
Parasit dan Cacingan
- Penyakit cacing tambang
- Strongiloidiasis
- Askariasis
- Skistosomiasis
- Taeniasis
Hepatitis dan Infeksi
- Hepatitis A
- Disentri basiler
- Disentri amuba
Sistem Perkemihan dan Genital
- Wasir grade 1/2
- Infeksi saluran kemih
- Gonore
- Pielonefritis tanpa komplikasi
- Fimosis
- Parafimosis
- Sindrom keluaran genital, termasuk gonore dan non-gonore
- Infeksi saluran kemih bawah
- Vulvitis
- Vaginitis
- Vaginosis bakterialis
- Salpingitis
Obstetri dan Ginekologi
- Kehamilan normal
- Aborsi spontan lengkap
- Anemia defisiensi zat besi pada masa kehamilan
- Ruptur perineum tingkat ½
Payudara dan Kulit Sekitar Kelenjar
- Abses folikel rambut atau kelenjar sebasea
- Mastitis
- Puting yang pecah
- Puting yang terbalik
Endokrin dan Metabolik
- Diabetes tipe 1
- Diabetes tipe 2
- Hipoglikemia ringan
- Malnutrisi energi protein
- Kekurangan vitamin
- Kekurangan mineral
- Obesitas
Anemia dan Darah
- Anemia defisiensi zat besi
Infeksi Tropis dan Sistemik
- Limfadenitis
- Demam berdarah dengue (DHF)
- Malaria
- Leptospirosis tanpa komplikasi
- Reaksi anafilaktik
Kulit dan Infeksi Kulit
- Ulkus pada tungkai
- Lipoma
- Veruka vulgaris
- Moluskum kontagiosum
- Herpes zoster tanpa komplikasi
- Morbili tanpa komplikasi
- Varicella tanpa komplikasi
- Herpes simpleks tanpa komplikasi
- Impetigo
- Impetigo ulceratif atau ektima
- Folikulitis superfisialis
- Furunkel dan karbunkel
- Eritrasma
- Erisipelas
- Skrofuloderma
- Kusta
- Sifilis stadium 1 dan 2
Infeksi Jamur
- Tinea kapitis
- Tinea janggut
- Tinea wajah
- Tinea tubuh
- Tinea tangan
- Jamur kuku
- Jamur daerah selangkangan
- Jamur kaki
- Pityriasis versicolor
- Infeksi kandida ringan pada kulit dan mukosa
Parasit Kulit dan Infestasi
- Larva kulit yang bergerak
- Penyakit kaki gajah
- Infestasi kutu kepala
- Infestasi kutu kemaluan
- Sarcoptes scabiei
Reaksi Kulit, Dermatitis, dan Ruam
- Reaksi akibat gigitan serangga
- Dermatitis kontak akibat iritasi
- Dermatitis atopik, kecuali yang sulit diobati
- Dermatitis numularis
- Eksim popok
- Dermatitis seboroik
- Pityriasis rosea
- Jerawat ringan
- Hidradenitis supuratif
- Dermatitis sekitar mulut
- Miliaria
- Urtikaria yang muncul secara tiba-tiba
- Ruam obat eksantematos
- Ruam obat tetap
Luka dan Trauma
- Luka akibat benturan dan luka tusuk
- Luka bakar tahap 1 dan 2
- Trauma tumpul
- Trauma tajam
Kepesertaan Aktif Tetap Menjadi Hal Penting
Daftar penyakit tersebut menunjukkan luasnya jenis gangguan kesehatan yang dapat memperoleh jaminan melalui program JKN.
Namun, peserta tetap perlu memperhatikan ketentuan pelayanan dan memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan dalam kondisi aktif.
Pelayanan dapat diperoleh melalui fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sesuai prosedur yang berlaku.
Peserta juga perlu mengikuti mekanisme rujukan apabila kondisi medis membutuhkan penanganan di fasilitas kesehatan tingkat lanjutan.
Kenali Cakupan Layanan Sebelum Berobat
Memahami jenis penyakit yang masuk dalam jaminan BPJS Kesehatan dapat membantu peserta mengetahui cakupan layanan yang tersedia.
Informasi tersebut juga berguna ketika peserta membutuhkan pemeriksaan atau pengobatan untuk kondisi tertentu.
Dengan mengetahui kategori penyakit yang tercantum dalam jaminan, peserta dapat memanfaatkan layanan JKN sesuai ketentuan sekaligus memastikan status kepesertaan tetap aktif sebelum memperoleh pelayanan kesehatan.









