Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat melakukan Skrining Riwayat Kesehatan secara digital untuk mengetahui potensi risiko penyakit berdasarkan kondisi kesehatan dan kebiasaan sehari-hari.
Pada 2026, informasi skrining BPJS Kesehatan menjadi perhatian peserta karena prosesnya dapat dilakukan secara daring melalui Mobile JKN maupun situs resmi.
Skrining dilakukan dengan mengisi kuesioner yang memuat pertanyaan mengenai riwayat kesehatan, pola hidup, serta kondisi peserta.
Data tersebut kemudian digunakan untuk memberikan gambaran risiko sejumlah penyakit, seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung.
Apa Itu Skrining BPJS Kesehatan?
Skrining BPJS Kesehatan merupakan pemeriksaan awal yang dilakukan dengan mengisi data pribadi dan menjawab sejumlah pertanyaan kesehatan.
Hasilnya membantu peserta mengenali kondisi serta faktor risiko yang perlu diperhatikan sebagai bagian dari upaya pencegahan.
Sebelum memulai, peserta perlu menyiapkan beberapa informasi, antara lain:
- NIK.
- Tanggal lahir.
- Tinggi badan.
- Berat badan.
- Nomor telepon.
- Kontak keluarga.
- Riwayat kesehatan pribadi.
- Riwayat penyakit keluarga.
Data tersebut perlu diisi sesuai kondisi sebenarnya agar hasil penilaian risiko dapat menjadi informasi yang lebih sesuai.
Cara Skrining BPJS Kesehatan melalui Mobile JKN
Peserta dapat melakukan skrining melalui aplikasi Mobile JKN dengan mengikuti tahapan berikut:
- Buka aplikasi Mobile JKN.
- Masuk menggunakan NIK atau nomor kartu JKN, kata sandi, dan captcha.
- Pada halaman utama, buka menu “Lainnya”.
- Pilih “Skrining Riwayat Kesehatan”.
- Masukkan nomor kartu BPJS, kemudian tekan “Pilih”.
- Apabila muncul jendela persetujuan skrining, tekan “Setuju”.
- Lengkapi seluruh informasi yang diminta secara benar.
- Jawab setiap pertanyaan skrining hingga selesai.
- Setelah seluruh pertanyaan dijawab, hasil skrining akan ditampilkan oleh sistem.
Peserta sebaiknya memastikan setiap data yang dimasukkan sesuai dengan kondisi sebenarnya agar hasil skrining tidak dipengaruhi oleh informasi yang keliru.
Cara Skrining melalui Website Resmi
Peserta yang ingin menggunakan browser dapat mengakses layanan skrining melalui situs resmi BPJS Kesehatan.
Langkahnya adalah:
- Kunjungi https://webskrining.bpjs-kesehatan.go.id/skrining.
- Masukkan nomor kartu BPJS dan tanggal lahir.
- Tekan “Cari Peserta”.
- Jika muncul halaman persetujuan, pilih “Setuju”.
- Isi data yang diminta secara lengkap dan benar.
- Jawab seluruh pertanyaan dalam kuesioner.
- Setelah kuesioner selesai, hasil skrining akan muncul pada layar.
Metode berbasis website dapat digunakan oleh peserta yang lebih nyaman mengakses layanan melalui browser di ponsel maupun komputer.
Cara Menindaklanjuti Hasil Skrining
Hasil skrining memberikan gambaran tingkat risiko kesehatan peserta. Langkah berikutnya dapat disesuaikan dengan kategori hasil yang muncul.
Risiko Rendah
Peserta dengan hasil risiko rendah disarankan mempertahankan pola hidup sehat. Aktivitas fisik juga dianjurkan dilakukan setidaknya 30 menit setiap hari.
Menjaga pola makan, melakukan olahraga secara rutin, dan mempertahankan kebiasaan hidup sehat menjadi bagian dari upaya mempertahankan kondisi tersebut.
Risiko Sedang atau Tinggi
Peserta yang memperoleh hasil risiko sedang atau tinggi dianjurkan mendatangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk berkonsultasi dengan dokter.
Selain memperoleh pemeriksaan lebih lanjut, peserta tetap disarankan menjaga pola hidup sehat dan melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari.
Khusus peserta yang memperoleh hasil risiko sedang atau tinggi terhadap Diabetes Mellitus, pemeriksaan lanjutan di FKTP dapat mencakup konsultasi kesehatan, pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), serta pengukuran Lingkar Perut (LP).
Apabila hasil pengukuran menunjukkan nilai di atas batas normal, peserta dapat melanjutkan pemeriksaan kadar gula darah, termasuk GDP/GDPP, sesuai kebutuhan medis.
Mengapa Skrining Perlu Dilakukan?
Skrining membantu peserta mengenali faktor risiko sejak awal sebelum masalah kesehatan berkembang lebih lanjut. Informasi yang diperoleh dapat menjadi bahan untuk menentukan kebiasaan yang perlu diperbaiki maupun pemeriksaan medis yang perlu dilakukan.
Namun, hasil skrining bukan pengganti diagnosis dokter. Peserta yang mendapatkan hasil dengan risiko lebih tinggi tetap perlu memperoleh penilaian langsung dari tenaga kesehatan.
Isi Data dengan Benar
Kualitas hasil skrining sangat bergantung pada informasi yang diberikan peserta. Karena itu, data mengenai tinggi badan, berat badan, riwayat penyakit, pola hidup, dan informasi lainnya perlu diisi secara jujur.
Kesalahan dalam memberikan data dapat memengaruhi gambaran risiko yang ditampilkan sistem.
Kesimpulan
Peserta JKN dapat melakukan Skrining Riwayat Kesehatan BPJS Kesehatan 2026 melalui Mobile JKN maupun situs resmi BPJS Kesehatan.
Prosesnya dilakukan dengan memasukkan data pribadi dan menjawab kuesioner mengenai riwayat kesehatan serta gaya hidup.
Hasil skrining dapat menunjukkan risiko rendah, sedang, atau tinggi. Peserta dengan risiko rendah disarankan mempertahankan pola hidup sehat dan beraktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, sedangkan peserta dengan risiko sedang atau tinggi dianjurkan berkonsultasi ke FKTP untuk pemeriksaan lanjutan sesuai hasil skrining.









