Profesi barista semakin banyak diminati dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan kedai kopi di berbagai tempat ikut membuat pekerjaan ini semakin dikenal, tetapi daya tariknya tidak hanya berasal dari tren coffee shop.
Bagi sebagian orang, membuat minuman, melayani pelanggan, dan melihat hasil racikan dinikmati orang lain memberikan pengalaman kerja yang menyenangkan.
Minat menjadi barista juga sering berawal dari kebiasaan menikmati kopi. Seseorang yang awalnya hanya datang ke kafe untuk mencoba berbagai minuman dapat mulai tertarik mempelajari proses di balik secangkir kopi.
Rasa penasaran mengenai cara menghasilkan minuman dengan cita rasa yang baik kemudian bisa berkembang menjadi keinginan untuk mempelajari profesi barista.
Pengalaman kerja sebelumnya bukan menjadi satu-satunya syarat untuk memulai. Pemula dapat mempelajari keterampilan dasar secara bertahap selama memiliki kemauan untuk belajar dan rutin berlatih.
Pahami Dasar-Dasar Kopi
Pengetahuan tentang kopi menjadi titik awal yang penting sebelum mempelajari pekerjaan barista. Tugas seorang barista bukan sekadar mengoperasikan mesin espresso, tetapi juga memahami bahan yang digunakan serta karakter minuman yang dihasilkan.
Beberapa hal dasar yang perlu dipelajari meliputi jenis biji kopi, perbedaan arabika dan robusta, tingkat pemanggangan atau roasting, serta karakter rasa masing-masing kopi.
Arabika, misalnya, umumnya memiliki rasa yang lebih ringan dan kompleks. Robusta cenderung mempunyai karakter rasa yang lebih kuat dan pahit.
Pemahaman tersebut akan membantu pemula mengenali alasan di balik perbedaan rasa pada setiap jenis kopi.
Pelajari Berbagai Teknik Brewing
Brewing merupakan proses penyeduhan kopi. Ada banyak metode yang dapat digunakan dan masing-masing menghasilkan karakter minuman yang berbeda.
Beberapa teknik yang cukup dikenal adalah:
- Espresso, yaitu penyeduhan kopi menggunakan tekanan dari mesin espresso.
- Pour over, metode manual yang salah satu contohnya menggunakan V60.
- French press, teknik seduh sederhana yang dapat menghasilkan cita rasa yang kuat.
- Aeropress, metode manual yang cukup fleksibel dalam penggunaannya.
Pemula tidak perlu mencoba menguasai seluruh metode sekaligus. Memilih satu atau dua teknik sebagai awal pembelajaran dapat membuat proses latihan lebih terarah. Setelah kemampuan meningkat, metode lain dapat dipelajari secara bertahap.
Biasakan Diri Mengoperasikan Mesin Espresso
Mesin espresso menjadi salah satu peralatan penting yang banyak digunakan di coffee shop. Berbagai minuman seperti cappuccino, latte, dan americano umumnya dibuat dengan menggunakan espresso sebagai salah satu komponennya.
Pengoperasian mesin espresso membutuhkan ketelitian. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain ukuran gilingan kopi, takaran bubuk kopi, durasi ekstraksi, dan tekanan mesin.
Perubahan kecil pada salah satu faktor tersebut dapat menghasilkan perbedaan pada cita rasa kopi. Oleh sebab itu, latihan berulang diperlukan agar pemula dapat memahami pengaruh setiap pengaturan dan memperoleh hasil seduhan yang sesuai.
Kenali Minuman yang Umum Disajikan di Coffee Shop
Pengetahuan mengenai menu kopi juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran seorang barista. Pemula sebaiknya mengenali minuman yang umum ditemukan di kedai kopi.
Beberapa di antaranya adalah:
- Espresso
- Americano
- Cappuccino
- Latte
- Flat White
- Mochaccino
Setiap minuman memiliki komposisi yang berbeda, terutama dalam penggunaan espresso, susu, dan foam.
Dengan memahami karakter masing-masing menu, calon barista akan lebih mudah mengikuti kebutuhan pekerjaan ketika nantinya berada di lingkungan coffee shop.
Pelajari Latte Art sebagai Keterampilan Tambahan
Latte art merupakan teknik membuat pola pada permukaan minuman kopi menggunakan susu, misalnya berbentuk hati atau daun.
Keterampilan ini bukan persyaratan wajib bagi pemula, tetapi dapat menjadi kemampuan tambahan yang menarik.
Kemampuan membuat latte art juga berkaitan dengan kontrol saat menuangkan susu. Karena itu, hasil pola yang semakin rapi dapat menunjukkan bahwa seorang barista semakin mampu mengendalikan proses tersebut.
Proses mempelajarinya membutuhkan latihan. Pemula mungkin hanya dapat menghasilkan pola sederhana pada tahap awal, kemudian bentuknya dapat berkembang seiring bertambahnya pengalaman.
Pertimbangkan Kursus atau Belajar dari Praktisi
Calon barista yang ingin memperoleh pembelajaran secara lebih terarah dapat mengikuti kursus.
Pelatihan biasanya dipandu oleh trainer berpengalaman sehingga peserta dapat mempelajari teori sekaligus melakukan praktik secara langsung.
Materi yang dipelajari dapat mencakup:
- Pengetahuan dasar tentang kopi.
- Teknik brewing.
- Pengoperasian mesin espresso.
- Praktik membuat berbagai jenis minuman kopi.
Belajar tidak harus selalu melalui kursus. Pemula juga dapat memperoleh pengetahuan dengan memperhatikan cara kerja barista di coffee shop atau mengikuti tutorial yang dibuat oleh praktisi kopi.
Perbanyak Latihan
Kemampuan menjadi barista membutuhkan proses. Penguasaan teknik tidak dapat diperoleh hanya dalam satu atau dua hari karena sebagian keterampilan berkembang melalui praktik dan pengalaman.
Kesalahan selama latihan merupakan bagian dari proses belajar. Hasil seduhan bisa saja terlalu pahit atau justru terlalu encer.
Dari pengalaman tersebut, pemula dapat memahami hubungan antara teknik penyeduhan dan rasa yang dihasilkan.
Semakin sering melakukan percobaan, semakin banyak pula pemahaman yang diperoleh mengenai cara menghasilkan kopi dengan rasa yang lebih seimbang.
Menjadi Barista Bisa Dimulai dari Dasar
Menjadi barista dapat dipelajari secara bertahap tanpa harus memiliki pengalaman panjang di coffee shop. Pengetahuan tentang jenis kopi, teknik brewing, serta penggunaan mesin espresso dapat menjadi dasar untuk memulai.
Kemampuan tersebut kemudian dapat dikembangkan melalui latihan rutin dan pengalaman langsung.
Kursus, bekerja di coffee shop, belajar dari praktisi, maupun berlatih secara mandiri di rumah dapat menjadi pilihan untuk memperluas keterampilan di bidang kopi.









