Pengguna Android dapat memanfaatkan ponsel sebagai salah satu alat pendukung kesiapsiagaan ketika bencana alam terjadi.
Sejumlah aplikasi dan fitur peringatan dini dapat memberikan informasi mengenai gempa, tsunami, cuaca ekstrem, banjir, hingga ancaman bencana lainnya sehingga pengguna memiliki waktu untuk mengambil tindakan yang diperlukan.
Teknologi tersebut tidak menggantikan arahan dari petugas maupun prosedur keselamatan resmi, tetapi dapat menjadi sumber informasi tambahan ketika kondisi darurat muncul.
Info BMKG untuk Memantau Kondisi di Indonesia
Info BMKG merupakan aplikasi resmi pemerintah yang menyediakan informasi kebencanaan dan cuaca untuk wilayah Indonesia. Pengguna dapat menerima pemberitahuan mengenai gempa bumi maupun potensi tsunami.
Selain informasi gempa, aplikasi ini juga menyediakan prakiraan cuaca harian. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan sebelum melakukan aktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi cuaca berpotensi berubah.
Google Earthquake Alert sebagai Fitur Android
Perangkat Android tertentu menyediakan fitur peringatan gempa tanpa memerlukan pemasangan aplikasi tambahan. Pengguna dapat memeriksa pengaturannya melalui Pengaturan > Lokasi > Peringatan Gempa Bumi.
Sistem ini dirancang untuk mendeteksi getaran awal dan memberikan peringatan sebelum guncangan yang lebih kuat dirasakan.
Waktu peringatan dapat memberikan kesempatan bagi pengguna untuk segera mengambil langkah keselamatan.
inaRISK Personal Membantu Mengenali Risiko Wilayah
inaRISK Personal merupakan aplikasi yang dikelola oleh BNPB. Aplikasi tersebut dapat digunakan untuk melihat tingkat risiko bencana berdasarkan lokasi pengguna.
Informasi yang tersedia mencakup potensi bahaya seperti banjir dan tanah longsor. Dengan mengetahui kondisi wilayah, masyarakat dapat mempersiapkan langkah evakuasi dan tindakan yang sesuai dengan risiko di lingkungan tempat tinggalnya.
My Earthquake Alerts dan Earthquake Network
My Earthquake Alerts dan Earthquake Network dapat memberikan pemberitahuan mengenai aktivitas gempa dari berbagai wilayah di dunia.
Earthquake Network menggunakan laporan dari pengguna untuk membantu mendeteksi getaran.
Ketika terdapat banyak laporan mengenai guncangan pada suatu lokasi, informasi tersebut dapat menjadi dasar pemberitahuan yang diterima pengguna.
MyShake dan Disaster Alert
MyShake memanfaatkan sensor yang terdapat pada ponsel untuk mendeteksi pergerakan tanah yang mencurigakan. Teknologi tersebut dapat membantu sistem mengenali aktivitas gempa.
Sementara itu, Disaster Alert dari PDC menyediakan informasi bencana melalui peta global. Pengguna dapat melihat perkembangan berbagai kejadian, termasuk badai dan aktivitas gunung berapi, dari sejumlah wilayah di dunia.
Hal yang Perlu Disiapkan agar Peringatan Berfungsi
Pengguna perlu memastikan beberapa pengaturan penting agar aplikasi dan sistem peringatan dapat bekerja sebagaimana mestinya.
- Aktifkan notifikasi: Jangan menempatkan suara peringatan dalam kondisi senyap agar informasi darurat dapat terdengar.
- Berikan izin lokasi: Akses lokasi diperlukan oleh sejumlah aplikasi untuk menyesuaikan informasi dengan posisi pengguna.
- Jaga daya baterai: Pastikan baterai ponsel cukup sehingga perangkat tetap dapat digunakan ketika terjadi keadaan darurat.
Pengguna juga sebaiknya mengikuti informasi dan instruksi dari lembaga resmi ketika bencana terjadi, karena aplikasi hanya berfungsi sebagai alat bantu penyampaian informasi.
Teknologi Dapat Mendukung Kesiapsiagaan Bencana
Aplikasi kebencanaan pada Android dapat membantu masyarakat memperoleh informasi lebih cepat mengenai potensi bahaya di sekitar mereka.
Info BMKG, Google Earthquake Alert, inaRISK Personal, My Earthquake Alerts, Earthquake Network, MyShake, dan Disaster Alert memiliki fungsi yang berbeda sehingga dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Memasang aplikasi saja tidak cukup. Pengguna tetap perlu mengaktifkan notifikasi, memberikan izin yang diperlukan, menjaga baterai, serta memahami tindakan keselamatan dan jalur evakuasi di wilayah masing-masing.









