Cara Cek dan Ubah Data Desil DTSEN agar Bisa Dapat Bansos PKH, BPNT, dan Sembako
Masyarakat kini dapat mengecek posisi desil kesejahteraan sekaligus status kepesertaan bantuan sosial (bansos) Kementerian Sosial (Kemensos) melalui ponsel. Pengecekan dilakukan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum pada KTP melalui laman resmi Cek Bansos atau aplikasi Cek Bansos.
Informasi tersebut terhubung dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang menjadi salah satu basis pemerintah dalam menentukan sasaran program perlindungan sosial. Dari hasil pengecekan, masyarakat dapat melihat kelompok desil serta jenis bantuan yang tercatat apabila memenuhi ketentuan program.
Cara Cek Desil dan Status Bansos lewat HP
Pengecekan dapat dilakukan secara mandiri tanpa harus mendatangi kantor pemerintahan. Masyarakat cukup menyiapkan NIK sesuai KTP dan perangkat yang terhubung dengan internet.
Berikut langkah melalui situs Cek Bansos Kemensos:
- Buka browser melalui HP.
- Masuk ke laman resmi Cek Bansos Kemensos.
- Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP.
- Isi kode verifikasi atau captcha yang tersedia.
- Klik “Cari Data”.
- Tunggu hingga sistem menampilkan hasil pencarian.
Hasil pencarian dapat memuat informasi mengenai nama penerima, kelompok desil, serta jenis bantuan yang tercatat dalam sistem.
Jika kode captcha kurang jelas, pengguna dapat memuat ulang kode tersebut untuk mendapatkan kode baru.
Cek Desil melalui Aplikasi Cek Bansos
Selain menggunakan situs resmi, pengecekan dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos yang tersedia untuk perangkat Android maupun iOS.
Langkahnya sebagai berikut:
- Unduh dan buka aplikasi Cek Bansos.
- Pilih menu Cek Bansos.
- Masukkan NIK sesuai KTP.
- Pilih Cari Data.
- Periksa hasil pencarian yang menampilkan kelompok desil dan informasi bantuan apabila tersedia.
Masyarakat perlu menggunakan layanan resmi ketika melakukan pengecekan dan tidak memberikan NIK, nomor Kartu Keluarga (KK), kode OTP, kata sandi, atau data pribadi lainnya kepada pihak yang tidak memiliki kewenangan.
Daftar Bansos Tahap 3 Tahun 2026
Penyaluran bansos tahap III 2026 dilakukan secara bertahap. Beberapa program bantuan yang berkaitan dengan periode tersebut antara lain:
- Program Keluarga Harapan (PKH)
- Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bansos Sembako
- Bantuan pangan beras
- Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN)
Jenis bantuan yang diterima setiap keluarga tidak selalu sama. Penetapannya mengikuti persyaratan masing-masing program, kondisi sosial ekonomi keluarga, serta data yang tercatat dan diperbarui dalam DTSEN.
Mengenal Desil dalam DTSEN
Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi. Dalam DTSEN terdapat 10 kelompok yang disusun berdasarkan peringkat kesejahteraan.
Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi salah satu pihak yang berperan dalam pengelompokan tersebut. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa desil membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan.
Penilaiannya tidak hanya menggunakan pendapatan. Data yang menjadi pertimbangan mencakup berbagai variabel sosial ekonomi, seperti pekerjaan dan pendidikan, kondisi tempat tinggal, daya listrik, hingga kepemilikan aset.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyampaikan bahwa pembagian desil menggunakan data yang dikumpulkan melalui mekanisme sensus. Menurutnya, indikator ekonomi tersebut diperoleh berdasarkan survei.
Urutan Desil 1 sampai 10
Pembagian desil menggambarkan posisi kesejahteraan keluarga dari tingkat paling rendah hingga paling tinggi. Berikut urutannya:
- Desil 1: kelompok masyarakat miskin ekstrem atau 10 persen dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
- Desil 2: kelompok masyarakat miskin.
- Desil 3: kelompok masyarakat hampir miskin.
- Desil 4: kelompok masyarakat rentan miskin.
- Desil 5: kelompok ekonomi menengah ke bawah.
- Desil 6: kelompok dengan tingkat kesejahteraan menengah.
- Desil 7: kelompok masyarakat menengah.
- Desil 8: kelompok masyarakat menengah ke atas.
- Desil 9: kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif tinggi.
- Desil 10: kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Desil 1 hingga 4 atau 40 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan terbawah menjadi kelompok yang dapat diusulkan untuk sejumlah program bantuan, termasuk PKH dan Sembako atau BPNT. Sementara itu, desil 5 masih dapat menjadi sasaran program tertentu, salah satunya Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).
Namun, posisi desil tidak berarti seseorang otomatis ditetapkan sebagai penerima bansos. Setiap program memiliki persyaratan, proses verifikasi dan validasi, serta ketentuan penetapan penerima masing-masing.
Desil Bersifat Dinamis dan Bisa Berubah
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa data desil tidak bersifat tetap. Kondisi sosial ekonomi keluarga dapat berubah sehingga posisi desil juga dapat mengalami perubahan.
Pemutakhiran dilakukan secara berkala, bahkan Gus Ipul menyebut pembaruan data dilakukan setiap tiga bulan. Masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data yang tercatat dapat mengajukan sanggahan atau pembaruan.
Pengajuan dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos maupun melalui desa atau kelurahan dan dinas sosial setempat.
“Setiap tiga bulan sekali ada hasil pemutakhiran. Maka itu kita harapkan memang semuanya bisa ikut berpartisipasi aktif dalam pemutakhiran data ini,” ujar Gus Ipul dikutip dari 20Detik.
Data yang telah diperbarui selanjutnya dapat dihitung kembali oleh BPS secara berkala.
Cara Mengajukan Perubahan Data Desil lewat HP
Masyarakat yang menemukan ketidaksesuaian antara kondisi sebenarnya dan data yang tercatat dapat mengajukan pembaruan melalui aplikasi Cek Bansos.
Tahapannya meliputi:
- Unduh aplikasi Cek Bansos.
- Registrasi menggunakan data e-KTP dan KK.
- Login ke aplikasi.
- Pilih fitur “Usul Sanggah” atau “Usulkan Pembaruan”.
- Pilih “Request Pembaruan Data”.
- Masukkan data yang perlu diperbaiki, seperti kondisi rumah dan penghasilan.
- Lampirkan dokumen pendukung apabila diperlukan, termasuk foto rumah.
Pengajuan tersebut bukan permintaan untuk menurunkan angka desil agar seseorang bisa mendapatkan bansos. Data akan dinilai kembali berdasarkan kondisi sosial ekonomi yang sebenarnya.
Perubahan Desil Bisa Dilakukan secara Offline
Masyarakat yang tidak menggunakan aplikasi juga dapat meminta bantuan melalui kantor desa, kelurahan, atau dinas sosial.
Dokumen yang perlu disiapkan antara lain KTP, KK, dan dokumen lain yang dapat mendukung permohonan pembaruan data.
Prosesnya dapat dilakukan dengan cara:
- Mendatangi kantor desa, kelurahan, atau dinas sosial.
- Membawa KTP, KK, dan dokumen pendukung.
- Menyampaikan kondisi sosial ekonomi keluarga kepada petugas.
- Petugas memeriksa data melalui sistem SIKS-NG.
- Mengajukan pembaruan apabila ditemukan ketidaksesuaian.
- Menunggu proses verifikasi, termasuk survei lapangan apabila diperlukan.
Karena itu, masyarakat tidak dapat meminta petugas langsung mengganti, misalnya, desil 8 menjadi desil 4. Posisi desil akan ditentukan kembali berdasarkan data sosial ekonomi yang telah diperbarui dan proses penghitungan yang berlaku.
Berapa Lama Data Desil Berubah?
Perubahan desil tidak langsung terlihat pada hari yang sama setelah pengajuan. Data yang disampaikan masyarakat masih harus melalui proses pengolahan dan penghitungan kembali.
Laman resmi Cek Bansos menyebut penghitungan desil dilakukan BPS secara berkala. Karena itu, apabila setelah pengajuan data masih menunjukkan posisi desil sebelumnya, masyarakat dapat menunggu proses pemutakhiran berikutnya dan melakukan pengecekan ulang.
Bansos Tidak Boleh Digunakan untuk Judi Online
Mensos Saifullah Yusuf juga mengingatkan penerima bansos agar menggunakan bantuan sesuai kebutuhan yang telah ditentukan. Peringatan tersebut disampaikan setelah ditemukan adanya keluarga penerima manfaat yang diduga menggunakan bantuan untuk judi online.
“Kami akan terus melakukan sosialisasi edukasi kepada keluarga penerima manfaat (KPM) untuk benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan yang sudah ditentukan. Jangan digunakan untuk main judol,” jelas Gus Ipul, dikutip dari Kompas.com, Selasa (18/8/2026).
Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat terdapat 1.494.652 KPM yang terindikasi terlibat judi online.
Gus Ipul menegaskan bahwa penerima yang terbukti menggunakan bansos untuk aktivitas tersebut dapat dikenai sanksi berupa penghentian bantuan.
“Kamu tentu pada akhirnya memberikan sanksi untuk tidak akan kita salurkan (bansos) lagi, kami nonaktifkan itu,” tegas Gus Ipul.
Waspadai Tawaran Mengubah Desil
Masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan jasa untuk mengubah desil dengan imbalan tertentu. Tidak ada mekanisme resmi yang membolehkan seseorang meminta angka desil diturunkan hanya supaya memenuhi syarat penerima bansos.
Perubahan data hanya dilakukan apabila terdapat informasi yang tidak sesuai atau kondisi sosial ekonomi keluarga memang telah berubah. Data yang disampaikan harus benar dan dapat diverifikasi oleh pihak terkait.
Masyarakat dapat mengecek posisi desil secara berkala melalui layanan resmi Kemensos. Jika menemukan ketidaksesuaian, pembaruan dapat diajukan melalui aplikasi Cek Bansos maupun jalur desa, kelurahan, dan dinas sosial.
Dengan demikian, desil bukanlah angka yang dapat diubah sesuka hati, melainkan gambaran posisi kesejahteraan keluarga berdasarkan data sosial ekonomi. Hasil pemutakhiran nantinya dapat menjadi salah satu dasar dalam penentuan sasaran PKH, BPNT atau Sembako, PBI-JK, maupun program bantuan lain sesuai ketentuan yang berlaku.









