Masyarakat yang mendapati bantuan sosial tidak lagi diterima pada 2026 dapat memeriksa kembali posisi desil keluarganya dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan sasaran berbagai program perlindungan sosial, sehingga perubahan hasil pemeringkatan dapat berpengaruh terhadap kelayakan sebuah keluarga untuk diusulkan dalam program tertentu.
Pada DTSEN Volume 2 Tahun 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sekitar 95,3 juta keluarga atau 289,3 juta individu. Pembaruan tersebut mencakup data demografi serta hasil pemeriksaan di lapangan.
Layanan resmi Cek Bansos Kemensos masih menggunakan DTSEN sebagai sumber data. Masyarakat dapat melakukan pencarian dengan memasukkan 16 digit NIK sesuai KTP dan kode verifikasi yang tersedia pada laman tersebut.
Desil DTSEN Menentukan Posisi Kesejahteraan Keluarga
Desil merupakan kelompok yang digunakan untuk menggambarkan posisi kesejahteraan keluarga. Dalam DTSEN terdapat 10 kelompok, masing-masing mewakili 10 persen keluarga berdasarkan pemeringkatan sosial ekonomi.
Desil 1 ditempati kelompok dengan tingkat kesejahteraan 10 persen terbawah, sedangkan desil 10 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan 10 persen tertinggi. Dengan sistem tersebut, angka desil yang lebih rendah menunjukkan posisi kesejahteraan yang lebih rendah dibandingkan keluarga yang berada pada desil lebih tinggi.
Penilaian tidak hanya melihat satu keadaan. Informasi mengenai pekerjaan dan pendidikan anggota keluarga, kondisi rumah, daya listrik, kepemilikan aset, serta data individu dan keluarga ikut menjadi bagian dari penilaian.
Karena itu, perubahan pekerjaan, kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, data kependudukan, maupun hasil verifikasi terbaru dapat membuat posisi sebuah keluarga berubah.
Urutan Desil 1 hingga 10
Pembagian desil dalam DTSEN dapat dipahami melalui urutan berikut:
- Desil 1: kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
- Desil 2: kelompok dengan tingkat kesejahteraan rendah.
- Desil 3: kelompok dengan tingkat kesejahteraan rendah.
- Desil 4: kelompok 40 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan terbawah.
- Desil 5: kelompok yang berada di atas 40 persen terbawah.
- Desil 6: kelompok dengan tingkat kesejahteraan menengah.
- Desil 7: kelompok dengan tingkat kesejahteraan menengah atas.
- Desil 8: kelompok dengan tingkat kesejahteraan lebih tinggi.
- Desil 9: kelompok dengan tingkat kesejahteraan tinggi.
- Desil 10: kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Pembagian tersebut bukan berarti setiap keluarga pada desil tertentu pasti menerima atau kehilangan bantuan. Desil digunakan sebagai salah satu dasar penentuan sasaran, sedangkan penerima akhir tetap mengikuti aturan masing-masing program.
Desil Berapa yang Bisa Diusulkan Mendapat Bansos?
Informasi pada laman resmi Cek Bansos Kemensos menyebut desil 1 sampai desil 4, atau 40 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan terbawah, dapat diusulkan sebagai sasaran penerima PKH dan Sembako.
Artinya, masuk ke desil 1, 2, 3, atau 4 menjadi bagian penting dalam proses penentuan sasaran PKH dan Sembako. Namun, seseorang tidak otomatis menerima bantuan hanya karena tercatat dalam salah satu dari empat desil tersebut. Data penerima tetap mengikuti proses pemadanan, verifikasi, serta ketentuan yang berlaku pada program terkait.
Sementara itu, desil 5 mempunyai ketentuan berbeda karena kelompok tersebut dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK.
Mengapa Desil Bisa Berubah?
Desil dalam DTSEN bukan angka yang berlaku selamanya. Kemensos menjelaskan bahwa peringkat tersebut bersifat dinamis sehingga dapat diperbarui ketika data keluarga dinilai sudah tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.
Setelah pembaruan diajukan, data kemudian diproses dan desil dihitung ulang oleh BPS secara berkala. Proses pemutakhiran dilakukan untuk menyesuaikan data pemerintah dengan keadaan sosial ekonomi masyarakat yang terus berubah.
Pada 2026, BPS juga memperkuat pemutakhiran DTSEN melalui pemadanan data, pembaruan informasi administrasi, integrasi dengan kementerian dan lembaga, validasi data kependudukan, serta pemeriksaan kondisi di lapangan.
Faktor yang Diperhitungkan dalam Penentuan Desil
Posisi desil keluarga tidak ditentukan hanya berdasarkan jumlah bantuan yang pernah diterima. Sejumlah informasi sosial ekonomi yang menjadi bagian dari penilaian antara lain:
- Pekerjaan anggota keluarga
- Tingkat pendidikan
- Kondisi rumah
- Penggunaan atau daya listrik
- Kepemilikan aset
- Data demografi dan kependudukan
- Hasil pemeriksaan kondisi keluarga di lapangan
Dengan banyaknya data yang diperhitungkan, perubahan pada satu atau beberapa kondisi keluarga dapat berhubungan dengan perubahan posisi dalam pemeringkatan kesejahteraan.
Cara Cek Desil dan Status Bansos 2026
Masyarakat dapat memeriksa data penerima bantuan melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos. Proses pengecekan dilakukan menggunakan NIK yang tercantum pada KTP.
- Buka laman resmi Cek Bansos Kemensos.
- Masukkan 16 digit NIK sesuai KTP.
- Masukkan huruf atau kode verifikasi yang muncul.
- Klik tombol “Cari Data”.
- Periksa hasil pencarian yang ditampilkan sistem.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat melihat informasi penerima manfaat berdasarkan data yang tercatat dalam DTSEN.
Data Tidak Sesuai? Ini Jalur yang Bisa Digunakan
Masyarakat yang merasa posisi desilnya tidak mencerminkan keadaan ekonomi keluarga dapat mengajukan pembaruan data. Kemensos menyediakan jalur melalui desa atau kelurahan, Dinas Sosial, maupun aplikasi Cek Bansos.
Pengajuan tersebut tidak langsung mengubah desil pada saat itu juga. Data yang disampaikan tetap harus melalui pemeriksaan dan proses penghitungan ulang. Oleh karena itu, masyarakat perlu menunggu sampai proses pemutakhiran selesai.
Pembaruan melalui Aplikasi Cek Bansos
Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi Cek Bansos untuk menyampaikan data yang dianggap tidak sesuai. Tahap umumnya meliputi:
- Buka aplikasi Cek Bansos.
- Masuk menggunakan akun yang tersedia atau melakukan pendaftaran.
- Pilih fitur pengajuan atau pembaruan data.
- Masukkan informasi sesuai kondisi keluarga yang sebenarnya.
- Kirim pengajuan dan tunggu proses verifikasi serta pemutakhiran.
Data yang disampaikan sebaiknya sesuai keadaan nyata karena hasil pengajuan akan menjadi bagian dari proses pemeriksaan data.
Pembaruan melalui Desa, Kelurahan, atau Dinas Sosial
Selain aplikasi, masyarakat dapat mendatangi pemerintah desa atau kelurahan maupun Dinas Sosial untuk menyampaikan pembaruan data.
- Datang ke kantor desa, kelurahan, atau Dinas Sosial.
- Sampaikan permohonan pembaruan data DTSEN.
- Berikan keterangan yang sesuai dengan kondisi keluarga.
- Ikuti verifikasi atau pemeriksaan lapangan apabila diperlukan.
- Tunggu proses pemutakhiran dan penghitungan kembali.
Mengapa Pemeriksaan Desil Sebaiknya Dilakukan Berkala?
Masyarakat yang sebelumnya menerima PKH atau Sembako tetapi kemudian tidak mendapatkan penyaluran sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa bantuan dihentikan secara permanen. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah memeriksa kembali data pada layanan resmi Cek Bansos.
Perubahan dapat terjadi karena DTSEN terus diperbarui. BPS pada 2026 mencatat DTSEN Volume 2 mencakup sekitar 95,3 juta keluarga dan 289,3 juta individu, dengan tambahan hasil verifikasi lapangan serta penyempurnaan klasifikasi kesejahteraan.
Pemutakhiran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki ketepatan sasaran bantuan sosial. Data yang lebih mutakhir diharapkan dapat membantu program pemerintah menjangkau keluarga yang sesuai dengan kriteria.








