Peserta BPJS Ketenagakerjaan pada 2026 memiliki proses pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) yang lebih praktis karena paklaring tidak lagi menjadi dokumen wajib dalam pengajuan klaim.
Paklaring sebelumnya digunakan sebagai surat keterangan dari perusahaan untuk membuktikan bahwa peserta pernah bekerja dan telah berhenti dari status sebagai karyawan. Dengan ketentuan tersebut, peserta yang mengundurkan diri maupun mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dapat mengajukan pencairan saldo JHT tanpa harus menunggu surat dari perusahaan.
Meski paklaring tidak diperlukan, peserta tetap harus menyiapkan dokumen lain sesuai ketentuan. Kelengkapan data menjadi salah satu faktor penting agar proses verifikasi dan pencairan berjalan tanpa kendala.
Dokumen yang Perlu Disiapkan
Peserta yang ingin mengajukan pencairan JHT tetap harus menyediakan sejumlah dokumen pendukung. Berkas yang perlu dipersiapkan meliputi:
- Kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan
- KTP atau identitas resmi lainnya
- Buku rekening tabungan atas nama peserta
- Kartu Keluarga (KK)
- NPWP bagi peserta yang memiliki saldo lebih dari Rp50 juta atau mengajukan klaim sebagian
Dokumen tersebut sebaiknya disiapkan sebelum pengajuan agar proses pemeriksaan data dapat dilakukan dengan lebih cepat.
Kondisi Peserta yang Bisa Mengajukan Klaim JHT
Seperti dilansir dari MetroTVNews, beberapa kondisi yang memungkinkan peserta mengajukan pencairan saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan antara lain:
- Sudah mencapai usia pensiun, yaitu 56 tahun
- Mengundurkan diri dari pekerjaan atau mengalami PHK
- Mengalami cacat total permanen
- Meninggal dunia, dengan saldo dapat diajukan oleh ahli waris
Ketentuan pencairan tetap bergantung pada status kepesertaan dan persyaratan yang berlaku pada masing-masing kondisi.
Cara Mengajukan Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan
Peserta dapat memilih beberapa jalur pengajuan klaim, baik dengan datang langsung ke kantor cabang maupun menggunakan layanan digital.
Klaim di Kantor Cabang
Peserta yang memilih pengajuan secara langsung dapat mengikuti tahapan berikut:
- Datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat.
- Pindai QR Code layanan klaim yang tersedia.
- Masukkan data awal berupa NIK, nama lengkap, dan nomor peserta.
- Tunggu proses pemeriksaan data oleh sistem.
- Jika tahap awal dinyatakan lolos, lanjutkan pengisian informasi yang diminta.
- Unggah dokumen persyaratan.
- Tunjukkan bukti pendaftaran kepada petugas untuk memperoleh nomor antrean.
- Ikuti wawancara serta proses verifikasi.
- Setelah pengajuan disetujui, saldo JHT dikirim ke rekening peserta.
Klaim Online Melalui Lapak Asik
Pengajuan juga dapat dilakukan melalui layanan Lapak Asik. Tahapannya sebagai berikut:
- Buka situs resmi Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan.
- Masukkan NIK, nama lengkap, dan nomor kepesertaan.
- Tunggu sistem memeriksa kelayakan klaim.
- Jika memenuhi persyaratan, lanjutkan pengisian formulir.
- Unggah dokumen yang diperlukan.
- Peserta akan memperoleh jadwal wawancara dan informasi kantor cabang yang menangani klaim.
- Pilih metode verifikasi, yaitu melalui video call WhatsApp atau datang langsung ke kantor cabang.
- Selesaikan proses verifikasi sesuai jadwal.
- Setelah klaim disetujui, saldo JHT akan ditransfer ke rekening peserta.
Klaim Menggunakan Aplikasi JMO
Peserta juga dapat memanfaatkan aplikasi JMO untuk mengajukan pencairan JHT. Langkahnya meliputi:
- Unduh aplikasi JMO melalui Play Store atau App Store.
- Daftarkan akun dan lakukan login.
- Pilih menu Jaminan Hari Tua, kemudian masuk ke Klaim JHT.
- Pastikan seluruh persyaratan telah terpenuhi dan ditandai dengan centang hijau.
- Periksa saldo JHT dan lanjutkan pengajuan.
- Tentukan alasan klaim.
- Verifikasi data kepesertaan dan lakukan konfirmasi.
- Jalani verifikasi biometrik melalui swafoto.
- Masukkan informasi NPWP, nama bank, serta nomor rekening aktif.
- Periksa seluruh data sebelum pengajuan dikirim.
- Pantau perkembangan pengajuan melalui menu Tracking Klaim.
Berapa Lama Saldo JHT Cair?
Pencairan saldo JHT umumnya berlangsung sekitar 1 hingga 5 hari kerja. Durasi tersebut dapat berbeda tergantung metode pengajuan, kelengkapan dokumen, dan nominal saldo yang dicairkan.
Peserta sebaiknya memastikan seluruh informasi yang diberikan sudah sesuai dengan data kepesertaan. Kesalahan data atau dokumen yang belum lengkap dapat membuat proses verifikasi membutuhkan waktu lebih lama.
Penutup
Kemudahan pengajuan JHT tanpa paklaring membuat peserta memiliki lebih banyak pilihan dalam mengurus pencairan saldo. Pengajuan dapat dilakukan melalui kantor cabang, Lapak Asik, maupun aplikasi JMO sesuai kondisi dan kebutuhan peserta.
Pastikan seluruh dokumen serta data yang diperlukan telah disiapkan dengan benar agar proses klaim dapat berjalan lancar.









